Rabu, 10 Desember 2025

Wisata ke Ambarawa, Salaman, dan Borobudur

Hari Rabu Legi, 10 Desember 2025, IPPU Wilayah Jawa Tengah menyelenggarakan wisata yang diberi nama Dolan Bareng IPPU Wilayah Jawa Tengah dengan meninjau 4 objek, yaitu: Benteng Willem I Ambarawa di Kel. Lodoyong Ambarawa Kab. Semarang, Museum Kereta Api di Kelurahan Panjang Ambarawa Kab. Semarang, Kebun Bibit Buah "Wana Gemilang" di Desa Sidomulyo Salaman Kab. Magelang, dan Museum Karmawibangga di Desa Borobudur Borobudur Magelang. Lain daripada itu dikunjungi juga 2 rumah makan untuk sarapan dan makan siang, yaitu: Dolan Sawah di Kel. Pulutan Sidorejo Kota Salatiga dan Kampung Ulam di Desa Ngrajek Mungkid Kab. Magelang.
Gambar 1. Wisata IPPU Wilayah Jawa Tengah ke Ambarawa, Salaman, dan Borobudur

Jumlah peserta adalah 41 orang terdiri dari:
Peserta 33 orang anggota IPPU Wilayah Jawa Tengah:
1-2 Bapak Masrianto & Ibu Patriasari,
3-4 Bapak Harsono Wuryanto & Ibu Surti Afriliyeni,
5-6 Bapak Bambang Pudjo Lahatyo & Ibu Sularwati,
7-8 Bapak Djohan Hidajat & Ibu Nuri Safrina,
9-10 Bapak Agus Trimulyono & Ibu Retno Puji Astuti Agus,
11-12 Bapak Agus Heri Sutopo & Ibu Retno Marsistiningsih Agus,
13-14 Bapak Zaenal Achmad & Ibu Kusumaningdyah Zaenal,
15-16 Bapak Mochamad Mazid & Ibu Murtini Mazid,
17-18 Bapak Mauladi Widodo & Ibu Dewi Harastuti Widodo,
19-20 Bapak Mustofa Kamal & Ibu Alia,
21-22 Bapak Arus Horizon & Ibu Titik Rosalina,
23 Ibu Octovira Widjajanti,
24 Ibu Nani Suhartini Yiyi,
25 Ibu Sumarni Warsito,
26 Ibu Indarwati,
27 Ibu Sri Kusminah Sukaryoso,
28 Ibu Sri Rahayuningsih Sutoyo,
29 Ibu Wismaningsih,
30 Ibu Muninggar Ekomurni Satriyohadi,
31 Ibu Asih Sawitri Djoko,
32 Bapak Mulyono Supardi,
33 Bapak Tri Rasiyanto,

dan 8 orang anggota IPPU lainnya:
34 Nona Tri Handayani Warsito,
35-36 Bapak Santoso Sodikin & Ibu Nani Nurhaeni Santoso,
37-38 Bapak Sriyanto - Ibu Arin Sriyanto,
39 Ibu Nani Surani Sugiyatno,
40 Ibu Dwi Ispriyanti Suwaryo, dan
41 Bapak Ramelan.

Wisata ini didampingi oleh tour leader Ibu Susi Kasih dari Pandawatour80.

Tempat kumpul dan bubar adalah halaman depan Kampus Politeknik PU di Tembalang Kota Semarang. Para peserta telah berkumpul pada pukul 6:30 dan pada 7:15 Bus Tjessa Dinar Trans membawa peserta berangkat ke tujuan ke-1 Restoran Dolan Sawah.

Gambar 2. Bigbus Kapasitas 50 Orang
Gambar 3. Titik Kumpul/Bubar di Halaman Depan Kampus Politeknik PU

Restoran Dolan Sawah
Para peserta mendapatkan sarapan pagi berupa nasi ingkung, yang terdiri dari: nasi gurih, ayam ingkung, oseng bunga pisang, oseng daun pepaya, dan teh tawar. Makanan disajikan dalam 4 nampan kayu yang masing-masing berisi 2 ayam ingkung dan lain-nya. Para peserta dapat menikmati sajian itu sambil memandang alam sekitar berupa hamparan sawah dengan latar belakang pegunungan. Sebelum dan setelah makan para peserta membuat foto-foto kenangan di tempat yang telah disediakan oleh restoran. Kurang lebih 1 jam kemudian rombongan meninggalkan restoran untuk menuju Benteng Willem I.

Gambar 4. Ayam Ingkung Disajikan Utuh, Perlu Upaya Untuk Membagi
Gambar 5. Pemandangan di Sekitar Restoran Dolan Sawah

Benteng Willem I
Menurut pemandu yang menampingi, Bagus Setiawan, benteng dibangun oleh VOC pada 1834 sampai dengan 1953 (VOC bubar 31 Desember 1799, saat itu mestinya Pemerintah Hindia Belanda yang berkuasa). Pada awalnya benteng adalah sebagai kelengkapan logistik namun kemudian juga untuk penempatan satuan militer. Benteng berbentuk segiempat sehingga di lingkungan benteng terdapat 4 bangunan-bangunan pelengkap benteng yang serupa. Benteng terlihat terpendam karena terjadi proses sedimentasi di lingkungan benteng. Situs Benteng Willem I baru dipugar sebagian oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya.

Video 1. Pemandu dr. Bagus Setiawan Memberikan Penjelasan Awal

Gambar 6. Petunjuk Lokasi Benteng Willem 1

Rombongan peserta tiba sekitar pukul 9:30. Kondisi lingkungan cukup terik dan untuk menahannya beberapa peserta menggunakan payung. Di dalam benteng beberapa telah tersedia banyak vendor yang menyediakan makanan, minuman, dan atraksi menarik. Sepanjang jalan menelusuri situs, rombongan membuat foto-foto di titik titik yang menarik. Kurang lebih 1 jam kemudian rombongan meninggalkan benteng menuju Museum Kereta Api.

Gambar 7. Lokasi Favorit Untuk Berfoto

Museum Kereta Api
Situs museum ini dahulu merupakan Stasiun Ambarawa yang merupakan salah satu stasiun untuk rute Semarang - Kedungjati - Ambarawa - Magelang - Jogjakarta. Sejarah perkeretaapian di Indonesia diterangkan dengan gambar yang dipampang di suatu koridor. Benda peraga berupa lokomotif, kereta, dan gerbong juga tersedia di samping koridor. Pemandu Gandhi Ghadafi sangat menguasai materi sehingga mampu memberikan penjelasan tentang sejarah kereta api dengan baik. Kurang lebih 1 jam kemudian rombongan meninggalkan museum untuk menuju Kebun Bibit Buah Wana Gemilang.

Gambar 8. Tiket Masuk Museum Kereta Api
Gambar 9. Pemandu Memberikan Pejelasan di Koridor Tempat Gambar Sejarah Kereta Api Indonesia Dipajang
Gambar 10. Sebagian Peserta ((4), (8), (22), (10), (14)) Beristirahat

Kebun Bibit Wana Gemilang
Kebun ini menyediakan berbagai macam bibit pohon buah seperti: mangga, alpokat, jambu, nangak, durian, dan kersen. Anggota IPPU Wilayah Jawa Tengah, Bapak Pamudji Sumarta dan Bapak Heru Sunyoto menyambut rombongan di lokasi kebun dan memberikan penjelasan-penjelasan tentang bibit yang ada. Mereka berdua bermukim di Kota Magelang dan di lingkungan permukiman mereka itu banyak pohon buah yang ditanam. Pengalaman menanam pohon buah itu dibagikan kepada rombongan.

Gambar 11. Beragam Bibit Buah Tersedia Di sini (13)

Bus wisata parkir di halaman parkir RM Sumber Rejeki Mulyo. Beberapa peserta wisata yang tidak ke kebun beristirahat dan menunaikan salat di musala rumah makan tersebut. Kurang lebih 45menit kemudian rombongan meninggalkan kebun menuju Museum Karmawibangga.

Kompleks Candi Borobudur
Museum Karmawibangga berada di dalam kompleks Candi Borobudur. Untuk sampai ke tempat itu para peserta turun di suatu ruang di sisi barat kompleks yang sebut saja sebagai Ruang Entrance Exit. Ruang tersebut kurang lebih sebesar 10Ha telah ditata dengan baik oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya sehingga terdapat ruang parkir, ruang untuk kedai souvenir, kedai makanan dan minuman, pintu masuk ke kompleks, dll. Dengan tiket berharga Rp50.000 per orang rombongan dapat masuk ke kompleks candi yang juga telah ditata dan dikelola dengan bagus. Dengan mobil listrik kapasitas 20orang yang tersedia secara gratis rombongan diantar ke lokasi museum. Pemandangan yang bagus dapat dinikmati sepanjang perjalanan.

Gambar 12. Tiket Masuk Pelataran Candi Borobudur

Gambar 13. Gambar Mobil Listrik Komuter

Museum Karmawibangga
Museum ini memberikan penjelasan tentang Candi Borobudur dari aspek sejarah pembuatannya sampai dengan pemugarannya di tahun 1970. Banyak benda peraga digelar di dalam gedung kurang lebih 150m2. Benda peraga juga digelar di luar gedung di dalam suatu taman yang tertata dengan baik. Ketiban rombongan pada pukul 16:00 hanya menyisakan waktu 30 menit untuk mendengarkan penjelasan dari juru penerang museum. Selanjutnya, keluar dari museum menuju tempat parkir bus dengan jarak kurang lebih 2km dilakukan dengan berjalan kaki di dalam kompleks sambil menikmati pemandangan candi dan lingkungannya, naik kendaraan listrik ke Ruang Entrance Exit, dan berjalan melalui koridor yang dipenuhi kedai makanan dan souvenir untuk sampai ke tempat bus parkir. Sekitar pukul 15:00 rombongan meninggalkan kompleks menuju Restoran Kampung Ulama.

Gambar 14. Taman di Museum Karmawibangga
Gambar 15. Jalan Akses ke Candi Borobudur dari Arah Utara
Gambar 16. Jalan Akses ke Candi Borobudur dekat Terminal Kendaraan Listrik
Gambar 17. Berjalan Jauh Namun Menurun Menuju Tempat Parkir Bus

Restoran Kampung Ulam
Restoran ini merupakan restoran yang memadukan unsur alam dan makanan. Ngrajek sejak dulu dikenal sebagai tempat pengembangan ikan air tawar dan restoran ini menyediakan menu ikan air tawar. Untuk late lunch restoran ini menyajikan nasi, ikan mujahir masak goreng dan bakar, tempe goreng, sayur lodeh, dan sayur oseng labu. Restoran ini juga menyediakan musala untuk para pengunjungnya. Rombongan tiba pukul 17:20 sehingga masih ada waktu bagi sebagian peserta untuk menunaikan salat. Setelah menikmati makan masih ada waktu bagi peserta untuk berbincang-bincang santai dan menunaikan salat maghrib. Pukul 18:30 rombongan meninggalkan restoran menuju Semarang.

Gambar 18. Menikmati Makanan Di Ruang Terbuka

Rombongan singgah di Toko Oleh-oleh Endang Jaya di Desa Blondo Mungkid Kab Magelang. Beberapa peserta turun dari bus untuk membeli oleh-oleh. Pukul 21:15 rombongan tiba di halaman depan Kampus Politeknik PU Tembalang dan kemudian bubar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar