Selasa, 17 September 2024

Rapat IX Pengurus Inti - Evaluasi

Hari ini Rabu Pon, 18 September 2024, telah dilangsungkan rapat ke-9 Pengurus Inti bertempat di Sekretariat IPPU Wilayah Jawa Tengah, Jalan Gubernur Boediono No. 9 Kota Semarang berdasarkan Undangan No. 13/IPPU-Jateng/2024 tanggal 16 September 2024. Rapat dimulai pukul 10:50 dipimpin oleh Ketua IPPU Bapak Masrianto dengan dihadiri oleh:
1. Bapak Djohan Hidajat (Sekretaris),
2. Bapak Bambang Pudjo Lahatyo (Bendahara),
3. Bapak Mustofa Kamal (Ketua Bidang 1 - Umum, Keanggotaan, dan Organisasi),
4. Ibu Wismaningsih (Personil Bidang 1),
5. Bapak Djoko Parmanto (Personil Bidang 1), dan
6. Bapak Arus Horizon (Personil Bidang 3- Usaha dan Pendayagunaan Kompetensi Anggota).
Peserta Rapat 

Agenda:
1. Kesekretaritan: Dokumentasi, Peralatan, dan Personil, serta Audiensi ke para personil Pembina;
2. Bidang 1: Kartu Tanda Anggota dan Pendataan;
3. Bidang 3: Koperasi IPPU.

Hasil:
1. Kesekretariatan, ada 3 bahasan pokok, yaitu: dokumentasi, peralatan kantor, dan tenaga pendukung administrasi.
1.1 Dokumentasi
Arsip IPPU sejak pembentukan sampai dengan sekarang sudah berpindah sebanyak 2 kali: dari Kantor Politeknik Pekerjaan Umum Tembalang ke Sekretariat IPPU di Gajahmungkur dan dari Sekretariat ke tempat lain selama sekretariat direnovasi. Saat berpindah dari Tembalang ke Sekretariat di GAjahmungkur arsip tersebut belum sempat ditata kembali sudah dipindah lagi ke tempat yang tidak diketahui oleh perenovasi kantor. Arsip ini sekarang tidak diketahui keberadaannya. Arsip itu terdiri dari arsip IPPU Wilayah Jawa Tengah sejak proses pembentukannya dan arsip Koperasi IPPU Wilayah Jawa Tengah Paramarta Derma Bawera juga sejak pembentukannya. Pelacakan sampai saat ini belum membuahkan hasil.
1.2 Peralatan
a. Diketahui bahwa penyebab arsip hilang adalah salah satunya karena IPPU Wilayah masih memakai lemari arsip pinjam dari BBWS Pemali Juana. Ketika lemari itu diambil lagi oleh petugas maka keberadaannya menjadi tidak terlacak. Arsip itu akan aman jika disimpan dalam lemari arsip milik IPPU Wilayah Jawa Tengah sendiri;
b. Peralatan yang mendesak dipenuhi adalah komputer dan ekosistemnya. Diketahui bahwa pemekerjaan tenaga administrasi tidak efektif manakala komputer itu tidak dipunyai. Administrasi sampai saat ini diproses dengan komputer pribadi para personil pengurus inti.
1.3 Tenaga pendukung administrasi
Kegiatan yang dilakukan terkait dengan pendataan sampai saat ini tidak berlangsung dengan cepat karena dikerjakan sendiri oleh personil pengurus. Keberadaan tenaga pendukung menjadi kebutuhan untuk mempercepat pendataan. Tenaga pendukung yang pernah ada saat ini sudah tidak efektif.
1.4 Audiensi ke personil Pembina
Audiensi dilakukan untuk mengenal personil Pembina. Pengenalan semestinya membuahkan hasil berupa komitmen tertulis dari Pembina ke IPPU Wilayah Jawa Tengah. Oleh karena itu setiap audensi ke Pembina seharusnya membuahkan suatu Memorandum Saling Pengertian.

2. Bidang 1:
2.1 KTA (Kartu Tanda Anggota) jika dimungkinkan akan disatukan dengan kartu isi ulang (tapCash, e-Money, Brizzi, Flazz). Informasi tentang tata cara menerbitkannya harus disurvai ke bank-bank penerbit;
2.2 Beberapa anggota yang sudah meninggal maka keanggotaannya beralih ke janda/dudanya nya. Jika janda/duda dimaksud juga sudah meninggal maka keanggotaannya dengan sendirinya hilang. Pemutakhiran data berkenaan dengan ke-meninggal dunia-an perlu dilakukan terus menerus.

3. Bidang 3:
3.1 Arsip yang tak jelas keberadaannya termasuk juga arsip koperasi;
3.2 Rapat Anggota Tahunan belum pernah dilakukan. Ini merupakan rencana tindak yang paling mendesak agar grade dari koperasi IPPU tidak menurun.

Di tengah rapat Bendahara (Bapak BAmbang Pudjo) menemukan sebagian arsip IPPU di gudang. Secara sekilas ada beberapa arsip yang hilang.

Keputusan:
1. Kesekretariatan
1.1 Sekretaris akan memeriksa arsip yang masih dapat diselamatkan. Jika kurang maka yang tersimpan secara elektronik akan dicetak kembali untuk melengkapinya;
1.2. Ketua memerintahkan untuk melengkapi peralatan dengan tindakan pengadaan peralatan baru, yaitu: lemari arsip (plastik), keyboard, mouse dan monitor komputer. Bapak Arus Horizon dan Sekretaris akan melakukan pengadaan itu;
1.3 Tenaga pendukung administrasi akan diadakan setelah peralatan lengkap. Kualifikasi tenaga itu adalah personil yang membantu mengurus kantin dan tahu mengoperasikan komputer untuk membuat dokumen;
1.4 Kunjungan audiensi ke para kepala balai selaku personil Pembina akan diawali dengan mengirimkan draft Memorandum Saling Pengertian. Sekretaris menyiapkan draft tersebut.

2. Bidang 1:
2.1 Sekretaris akan melakukan survai tentang penerbitan kartu tapCash, paling tidak mengenai jumlah minimal, harga satuan, dan lama pembuatan/penerbitan. Sementara itu Ketua Bidang 1 akan memeriksa kembali data anggota yang akan dibuat KTAnya. Ketua memutuskan KTA untuk personil pengurus inti akan dibuat paling awal;
2.2 Bidang 2 akan selalu memutakhirkan data para anggota. Hasil pemutakhiran akan dicetak sesuai format yang ada.

3. Bidang 3:
Bidang 3 akan merealisasikan langkah langkah berikut ini:
1. Inventarisasi, identifikasi dan melengkapi kembali dokumen standar koperasi yang harus dimiliki;
2. Merealisasikan simpanan wajib bulanan anggota koperasi tahun 2024 @ Rp 50.000/bln;
3. Melaksanakan Rapat Pengurus dan Anggota Koperasi Th.2024;
4. Menyelesaikan Berita Acara Pinjam Pakai Aset dari IPPU kepada Koperasi;
5. Melaporkan pendapatan pengelolaan kantin periode Desember 2023 zd Agustus 2024, utk operasional kantin sempat vacum dari bln Feb sd Maret 2024, krna gedung direnovasi. Pd bln2 tsb tdk ada pemasukan atau pendapatan.
6. Menyelenggarakan studi banding di Koperasi Alste Semarang Hari Rabu, 25 September 2024.

Rapat ditutup pukul 12:50 Lanjutannya...

Selasa, 03 September 2024

Wisata ke Surakarta dan Sekitarnya

Selasa Pon 3 September 2024 IPPU Wilayah Jawa Tengah menyelenggarakan wisata ke Kota Surakarta dan sekitarnya. Wisata ini mengunjungi 4 tujuan wisata, yaitu Nepen Teras, Kab. Boyolali, Pasar Gede, Solo Safari, dan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Tiga objek yang terakhir berada di Kota Surakarta. Wisata kali ini menggunakan jasa operator wisata Pandawa 86 dengan pemandu wisata Ibu Kasih.

Peserta wisata adalah anggota-anggota IPPU Wilayah Jawa Tengah dan keluarganya yang semuanya tinggal di Kota Semarang. Peserta tergabung dalam rombongan sebanyak 28orang. Mereka adalah Bapak dan Ibu:
1-2 Masrianto & Patriasari,
3-4 Harsono Wuryanto & Surti Afriliyeni Firdaus,
5-6 Arus Horizon & Titik Rosalina,
7-8 Agus Supriyanto & Indriastuti Wuryani,
9-10 Mustofa Kamal & Alia,
11-12 Bambang Pudjo Lahatyo & Sularwati,
13-14 Subagiyo Lukito & Pintartiati,
15-16 Muhammad Mazid & Murtini,
17-18 Santoso & Nani Nurhaeni,
19-20 Zaenal Achmad Djohan & Kusumaningdyah,
21 Djohan Hidajat,
22 Suharsono,
23 Mulyono Supardi,
24 Wismaningsih,
25 Nani Suhartini,
26 Sri Rahayu Widyastuti,
27 Indarwati, dan
28 Wiwik S.
Tempat berkumpul untuk keberangkatan dan berpisah setelah selesai wisata halaman parkir kampus Politeknik Pekerjaan Umum, Tembalang.

Rombongan berangkat pada pukul 6:40 dengan menggunakan sebuah bis ukuran medium langsung menuju tujuan wisata ke-1, yaitu Wisata Panorama di desa Nepen. Pada pukul 8:00 rombongan tiba di sana. Objek itu menempati ruang sumber air, yaitu sungai kecil di hilir Umbul Nepen. Di dalamnya dibangun pondok-pondok, kolam-kolam, taman, air terjun, dsb. Di pinggir sumber air berdiri warung-warung penjual souvenir dan makanan. Pondok-pondok di dalam sumber air menjadi tempat makan lesehan yang makanannya diambil dari warung-warung makan tersebut. Pada kolam-kolam yang ada di sekitar pondok dipelihara ikan-ikan kecil yang jika kaki kita dibenamkan ke air kolam ikan-ikan itu akan memakan kulit mati di kaki kita. Itu dipercaya sebagai terapi untuk menjaga kesehatan kita. Operator wisata menyajikan soto ayam, tempe mendoan, dan teh panas untuk sarapan. Sekitar 10:00 rombongan meninggalkan Nepen menuju Pasar Gede. Dalam perjalanan rombongan berhenti di dekat rumah Bapak Tedjo Sularto di Bendan Banyudono Kab. Boyolali. Bapak Tedjo Sularto adalah anggota IPPU.

Halaman Depan Wisata Panorama
Pondok dan Kolam di Dalam Ruang Sumber Air

Rombongan tiba di tujuan wisata ke-2, yaitu Pasar Gede pada pukul 11:15. Pasar Gede merupakan pasar terbesar di Kota Surakarta yang pedagang di dalamnya banyak menawarkan beragam snack dan minuman tradisional. Beberapa peserta belanja barang untuk dibawa pulang, beberapa yang lain menikmati minuman tradisional dawet. Setelah berbelanja sebagian peserta mampir di pujasera yang terletak di seberang jalan untuk beristirahat dan menikmati makanan-minuman yang ditawarkan. Pada pukul 12:15 rombongan meninggalkan pasar untuk menuju tempat makan siang.

Rombongan tiba di Restoran Karonsih di Jalan Soepomo, tempat makan siang. Operator menyediakan makan siang yang sederhana namun mencukupi, antara lain: nasi, mi jawa, sup, ikan goreng tepung, dan minuman. Di dalam restoran ini sebagian anggota rombongan juga melaksanakan salat. Sekitar 90 menit kemudian rombongan meninggalkan restoran menuju Solo Safari.

Halaman Depan Restoran Karonsih
Peserta Menikmati Makan Siang

Pada pukul 14:30 rombongan tiba di tujuan wisata ke-3, yaitu Solo Safari di Jebres. Tempat wisata ini merupakan sebuah kebun binatang dengan beberapa koleksi reptil, mamalia, dan unggas. Solo Safari merupakan tempat wisata yang relatif lama yang sebelumnya bernama Taman Satwa Taru Jurug namun pada 2022 menjadi berpenampilan baru setelah dikelola oleh Taman Safari Group. Selain koleksi satwanya, para peserta dapat menikmati jalan kaki santai dalam suasanya yang teduh karena keberadaan pohon-pohon besar dan rimbun. Pada pukul 17:00 rombongan meninggalkan Solo Safari untuk menuju Masjid Raya Sheikh Zayed. Karena masih ada waktu rombongan mampir ke tempat oleh-oleh, Toko Minijaya di Ngringo Jaten, Kabupaten Karanganyar.

Berjalan Santai Menyusuri Koleksi Satwa
Tempat Masuk Solo Safari

Pada pukul 17:45 rombongan tiba di tempat parkir di Jalan DI Panjaitan. Tempat itu merupakan tempat parkir khusus bus yang penumpangnya akan berkunjung ke Masjid Raya Sheikh Zayed. Masjid tersebut merupakan tujuan wisata ke-4. Beberapa peserta berjalan sejauh 400m untuk mencapai masjid sedang beberapa yang lain menggunakan jasa ojek. Ongkos ojek adalah Rp5.000. Peserta yang ke masjid pada umumnya mengikuti salat maghrib di masjid yang megah itu. Salat isha juga dilakukan di situ dengan moduk jamak. Sehabis salat beberapa mengambil gambar sendiri (selfie) di dalam masjid.

Plaza di Depan Masjid
Plaza

Dalam perjalanan pulang ke Semarang rombongan mampir di Restoran Anak Pantai di Jalan Adi Soemarmo, Gedongan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Operator wisata menyediakan makan malam berupa nasi, mi goreng, lodeh, ikan kembung bakar, dan teh manis. Akhirnya, pada pukul 22:10 rombongan tiba di halaman parkir kampus Politeknik Pekerjaan Umum.



Lanjutannya...